Rabu, 25 November 2015

CHUNG-FÊNG KUO-SHIH TSO-YU-MING



《中峰國師座右銘》
Sesanti Guru Nasional Chung-fêng
(1263–1323)





末世比丘,形似沙門,心無慚愧。
Bhikṣu-bhikṣu di Masa Akhir ini wujudnya menyerupai śramaṇa,
namun hatinya tiada segan dan malu.

身着法衣,思染俗塵。
Tubuhnya mengenakan jubah Dharma,
tetapi niatannya tercemari debu kehidupan awam.

口誦經典,意憶貪欲。
Walau mulutnya melafalkan kitab-kitab suci,
pikirannya semata-mata memikirkan nafsu dan ketamakan.

晝耽名利,夜酔愛著。
Di siang hari mereka mengejar ketenaran dan keuntungan;
di malam hari mereka termabukkan dengan kecintaan dan kemelekatan.

外表持戒,内為密犯。
Di luar mereka tampil seolah-olah memegang Śīla,
namun di dalam mereka sesungguhnya pelanggar secara rahasia.

常營世路,永忘出離。
Senantiasa disibukkan dalam jalan duniawi,
mereka telah melupakan selamanya pertolakan [dari saṃsāra].

偏執妄想,既拖正智。
Berpegang secara keliru pada gagasan sesat,
telah mereka tanggalkan Pengetahuan yang Benar.


[Oleh karena itu,]


一、道心堅固,須要見性。
1. Kukuhkanlah Batin Pencerahan (bodhicitta) dengan tujuan melihat hakikat diri.

二、疑著話頭,如咬生鐵。

2. Lekatkan keraguan kepada hua-t’ou seperti menggigit besi mentah.

三、長坐蒲團,莫脇着席。

3. Duduklah selalu di bantal meditasi dan jangan biarkan rusukmu menyentuh ranjang.

四、看佛祖語,常自慚愧。

4. Tengoklah ujaran-ujaran Buddha dan para patriark agar senantiasa merasa segan dan malu.

五、戒體清淨,莫穢身心。

5. Jagalah kemurnian substansi Śīla; jangan kotori jasmani dan batinmu.

六、威儀寂靜,莫恣暴亂。

6. Tenteram dalam tatakrama, janganlah bertindak sesuka hati dan serampangan.

七、少語低聲,莫好戲笑。

7. Berbicara sedikit dan dalam suara rendah; jangan menyukai canda dan tawa.

八、雖無人信,莫事人謗。

8. Seandainya pun tiada yang akan mempercayaimu, janganlah meladéni fitnahan orang.

九、常攜笤箒,拂堂舍塵。

9. Senantiasa menggenggam sapu dan kemoceng, sekalah debu dari ruangan dan bangunan.

十、道行無倦、莫飽飲食。

10. Laksanakan praktek Pencerahan tanpa jemu; jangan hanya mengenyangkan diri dengan makan dan minum.


生死事大  光陰可惜
無常迅速  時不待人

Lahir & mati adalah perkara yang besar,

Setiap momen patut kita sayangkan.
Ketidakkekalan amatlah cepat berjalan,
Waktu tidak pernah menunggu orang.

人身難受今已受  佛法難聞今已聞

此身向今生不度  更向何生度此身

Kelahiran sebagai manusia sukar didapat, namun kini telah kita dapatkan;

Buddhadharma sulit didengar, dan kini kita telah mendengarnya.
Diri ini, jika tidak dalam kelahiran sekarang kita seberangkan,
Pada kelahiran mana lagi kita akan menyeberangkan diri?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar